Penyiaran Radio

Sebagai media penyiaran, radio acapkali tidak memiliki struktur pemberitaan dalam program-programnya. Hyde mengatakan bahwa radio tidak memiliki produser berita maupun reporter dan penasihat siaran berita. Mereka hanya muncul pada saat-saat tertentu saja (2004: 220). Pada umumnya, laporan berita dari sebuah stasiun radio di suplai dari kantor berita nasional, seperti KBR 68 H Jakarta. Sementara di stasiun lainnya, berita radio diambil dari internet, surat kabar, lalu dibacakan tanpa diedit. Di stasiun radio yang demikian, kemampuan jurnalistik penyiar biasanya diabaikan; ketrampilan membaca dan mempresentasika berita menjadi yang utama. Sementara stasiun radio yang mengambil berita dari stasiun radio lain atau dari kantor berita sangat menggantungkan diri mereka pada kerja reporter dan penyaji berita. Sementara, untuk sedikit stasiun radio yang memproduksi program beritanya sendiri, biasanya sangat bergantung pada reporter lapangan dan stringers, yakni reporter part ime yang dibayar untuk menulis berita tertentu. Lalu, bagaimanakah bentuk berita radio tersebut?

Radio merupakan media auditif yang murah dan dapat dinikmati siapa saja. Walaupun hanya dapat dinikmati secara auditif, radio memiliki kelebihan, yakni kemampuan menciptakan imajinasi audiens. Radio menimbulkan stimuli dengan beragam suara, dan berupaya memvisualisasikan suara penyiar melalui telinga pendengarnya. Dengan mempertimbangkan karakteristik ini, berita radio pun memiliki kekhususannya sendiri. Riswandi (2009: 21) mencatat beberapa definisi berita radio.

Menurut Paul D  Maessenner, berita adalah sebuah informasi baru tentang suatu peristiwa yang penting dan menarik perhatian serta minat pendengar. Unsur kebaruan peristiwa merupakan poin penting dalam definisi ini. Sedangkan Mitchel Charnley memaparkan berita radio sebagai laporan tentang suatu peristiwa, opini, kecenderungan situasi kondisi, interpretasi yang penting, menarik, masih baru, dan harus secepatnya disampaikan kepada khalayak. Menurut Curttis Beckman, berita adalah laporan atas opini atau peristiwa yang penting bagi sejumlah khalayak. Berita yang besar adalah liputan opini atau peristiwa yang dibutuhkan bagi banyak orang (21-22). Dari beberapa pendapat tersebut, Riswandi menyimpulkan bahwa berita radio adalah suatu sajian laporan berupa fakta dan opini yang mempunyai nilai berita, penting, dan menarik bagi sebanyak mungkin orang , dan disiarkan melalui media radio secara berkala.

Riswandi juga mencatat beberapa karakterisitik berita radio, seperti:

  1. Segera dan cepat
  2. Aktual dan factual
  3. Penting bagi masyarakat luas
  4. Relevan dan berdampak luas
  5. Lokal emosional
  6. Personal
  7. Selintas
  8. Fokus dan detil
  9. Imajinasi
  10. Fleksibel

Karakteristik berita radio di atas tidak bisa hanya dipenuhi beberapa poin saja karena kesemuanya saling melengkapi satu dengan lainnya dan membentuk sebuah berita radio yang handal.

Beberapa bentuk berita radio pun memengaruhi cara penyajian dan penyiarannya. Riswandi menuliskan beberapa bentuk berita radio (Riswandi:2009: 24-25):

  1. Berita tulis/ Writing News/ Adlibs/ Spot News

Berita pendek yang bersumber dari media lain atau ditulis ulang. Bisa pula berupa liputan reporter yang teksnya diolah kembali di studio.

  1. Berita Sisipan (News with insert)

Berita yang dilengkapi atau dimix dengan sisipan suara narasumber

  1. News Feature

Berita atau laporan jurnalistik pajang yang lebih bersifat human interest

  1. Phone in News

Berita yang disajikan melalui laporan langsung reporter via telepon

  1. Buletin Berita

Gabungan beberapa berita pendek yang disajikan dalam satu blok waktu

  1. Jurnalisme Interaktif

Berita yang bersumber pada sebesar mungkin keterlibatan khalayak, misalnya wawancara masyarakat lewat telepon, atau berita yang menempatkan masyarkat sebagai subyek pelapor (reporter dadakan), baik mereka sebagai pelaku maupun hanya saksi mata kejadian.

Setelah mengetahui bentuk-bentuk berita radio, Anda harus mengenal dan kita untuk memahami jenis berita radio. Tidak berbeda dengan penulisan berita pada umumnya, berita radio pun memiliki beberapa jenis berita:

  1. Hard News

Berita langsung adalah berita yang dibuat untuk menyampaikan peristiwa-peristiwa yang secepatnya harus diketahui khalayak. Karena itu, penulisnya mengikuti struktur piramida terbalik, dengan bagian yang terpenting pada pembukaan berita (LP3Y 1990:1)

  1. Soft News
  2. Berita ringan adalah merupakan berita tentang kejadian yang bersifat lanjutan dari berita langsung. Ia mencoba mengeksplorasi lebih jauh fakta yang menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam berita langsung.  Dengan begitu, berita ringan tidak mungkin ada tanpa adanya berita langsung tempat ia mencantel. Sementar prinsip penulisannya tidak terikat pada struktur piramida terbalik. Sebab, yang akan ditonjolkan bukan unsur pentingnya, tetapi unsur yang bisa menarik persaan khalayak (ibid.,2).
  3. In Depth News

Berita mendalam, artinya lebih dari sekadar paparan fakta). Biasanya berita seperti ini dikemas dalam bentuk feature, tetapi bisa pula dalam berita bersisipan dengan syarat penekanan isinya terletak pada proses pendalaman kasus atau tinjauan aspek lain dalam suatu peristiwa (Riswandi, 2009: 28).

  1. Continuous News/ Updating News

Suatu topik berita yang disiarkan beberapa kali dalam satu hari, bahkan dalam satu minggu. Berita ini disajikan untuk mengetahui perkembangan kasus yang terjadi secara kontinyu.

Berita-berita radio, seperti dipaparkan pada pembukaan, acapkali tidak berasal dari stasiun radio itu sendiri. Hyde mencatat beberapa sumber berita radio, misalnya:

  1. Audio report (live and taped)

Merupakan laporan langsung, baik direkam atau tidak, yang disampaikan reporter dari lapangan.

  1. Kantor Berita Nasional

Berita dibeli/ direlay dari kantor berita nasional, seperti KBR 68 H Jakarta atau Associated Press (di Amerika)

  1. Kantor Berita Radio Jaringan

Biasaya radio jaringan memiliki kantor berita sendiri di radio pusatnya

  1. Informasi dari telepon

Tidak sembarang informasi melalui telepon dapat dijadikan sumber berita. Sumber berita dari telepon hendaknya disaring terlebih dahulu dan diuji kepercayaannya.

Seorang penanggung jawab berita di sebuah stasiun radio hendaknya memahami bahwa tidak semua berita dapat ditayangkan. Radio harus memiliki kepekaan terdahap kelayakan sebuah berita. Menurut RIswandi (2009: 29), beberapa kaidah jurnalistik yang harus diperhatikan adalah:

  1. Aktualitas/ Timelines
  2. Kedekatan/ Proximity
  3. Tokoh Publik/ Prominence
  4. Konflik
  5. Kemanusiaan/ Human Interest
  6. Sebsasuibak/ Unik
  7. Besaran Kasus/ Magnitudo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: