Komunikasi dan Psikologi: Sebuah Pengantar

K. B. Primasanti

Mata kuliah psikologi komunikasi muncul sebagai konsekuensi dari berkembangnya pendekatan psikologi komunikasi dalam kajian komunikasi. Keeratan hubungan sejarah dan keilmuan antara psikologi dan komunikasi membuat kedua disiplin ini selalu terkait satu dengan lainnya.  Psikologi komunikasi sendiri merupakan bagian dari kajian psikologi sosial, yakni salah satu ranah dalam disiplin psikologi. Sebagai dasar dalam memahami mata kuliah psikologi komunikasi, dalam pendahuluan ini kita akan belajar mengenai konsep psikologi sosial dan komunikasi, serta relasi di antara keduanya.

Bagan di atas menunjukkan posisi psikologi komunikasi di antara tiga disiplin ilmu yang menaunginya. Psikologi komunikasi merupakan bagian dari pendekatan psikologi sosial dan disiplin komunikasi. Sedangkan pendekatan psikologi sosial merupakan bagian dari disiplin psikologi maupun sosiologi.

Konsep psikologi sosial sebenarnya muncul dari ranah psikologi dan sosiologi. Walaupun demikian, keduanya memiliki penekanan yang berbeda dalam mengkonsepkan psikologi sosial. Psychologist traditionally focused on individuals and the social stimuli that impinge on them. In contrast, sociologists concerned themselves with the reciprocal relationship between the individual and society, stressing the part that social interaction plays within human life (Stryker, 1977; 1980 dalam Zanden, 1984).

Sedangkan komunikasi sendiri didefinisikan sebagai, “the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience)” (Hovland, et. al, 1953: 12 dalam Rahmat, 2004: 3). Komunikasi adalah peristiwa sosial sehingga ketika melakukan analisa komunikasi secara psikologi akan membawa kita pada pendekatan psikologi sosial. Pemahaman terhadap psikologi – khususnya dalam pendekatan psikologi sosial – dan komunikasi, akan menjadi referensi untuk menjelajahi pendekatan yang lebih spesifik, yakni psikologi komunikasi. Seperti halnya psikologi sosial yang memiliki dua penekanan: sosologi dan psikologi; psikologi komunikasi pun memiliki dua penekanan,yakni pada psikologi atau komunikasi. Dalam kajian ini, penekanan psikologi komunikasi adalah pada aspek komunikasinya. Sehingga mata kuliah ini bermaksud memberikan dasar pendekatan psikologi sebagai alat untuk menganalisis fenomena-fenomena komunikasi. Untuk memahami keterkaitan antara psikologi dan komunikasi, cerita berikut dapat menjadi ilustrasi.

Dalam suatu kunjungan kenegaraan, Presiden Kennedy berada satu mobil dengan Presiden Meksiko, Joseph Estrada. “Arloji Anda bagus sekali!” kata Presiden Estrada sambil menunjuk arloji yang melingkar di tangan Presiden Amerika itu. Seketika Presiden Kennedy melepas arlojinya dan memberikannya kepada Presiden Estrada. Presiden Estrada terkejut. “Di negara kami, kami akan memberikan barang milik kami bila ada orang yang memujinya,” jawab Presiden Kennedy. Presiden Estrada manggut-manggut mendengarkan penjelasan Presiden Kennedy.

Mobil yang ditumpangi dua Kepala Negara Amerika Utara itu masih terus melaju. Tak berapa lama Presiden Kennedy berkata kepada koleganya. “Istri Anda cantik sekali!” Seketika Presiden Estrada melepaskan arloji yang diberikan oleh Presiden Kennedy tadi dan menyerahkannya kembali kepadanya, “Terimakasih, di negara kami banyak sekali Arloji seperti punya Anda!” Presiden Kennedy hanya terdiam mendengar ucapan Presiden Meksiko itu (Imanuddin, 2009).

Dalam cerita ini, di manakah letak aspek psikologi dan aspek komunikasinya? Secara psikologi, persoalan dalam peristiwa ini akan ditekankan pada perilaku dan ekspresi individunya. Dalam perspektif komunikasi, peristiwa ini tentu dilihat sebagai proses penyampaian pesan antara dua individu yang mengalami noise tertentu. Jelaslah perbedaan tekanan pada masing-masing aspek dalam mencermati cerita ini. Coba kita renungkan, dalam cerita ini, apakah kita dapat hanya mencermati satu aspek dan mengabaikan aspek lainnya. Pada titik inilah psikologi menemukan kaitan eratnya dengan komunikasi. Untuk menjembatani ceruk ini, lahirlah sebuah pendekatan psikologi komunikasi. Bagaimana psikologi komunikasi ditinjau dari epistemologi, ontologi, dan aksiologinya, hal ini akan menjadi bahasan pada topik selanjutnya. Salam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: